Subang. 17 Juni 2025 – Pemerintah Kabupaten Subang terus mengintensifkan transformasi digital dalam pengelolaan transaksi pemerintahan sebagai bagian dari implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Langkah ini diperkuat melalui sinergi program kepala daerah yang melibatkan berbagai perangkat daerah dalam satu arah kebijakan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan briefing staf pada 16 Juni 2025 yang dipimpin langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP, didampingi Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Subang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya percepatan pemanfaatan sistem pembayaran digital sebagai bagian dari reformasi tata kelola keuangan daerah.
Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), penguatan keterpaduan layanan, serta perluasan penggunaan metode pembayaran non-tunai guna mendorong efisiensi, keterbukaan, dan peningkatan penerimaan daerah.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pemanfaatan program unggulan “Saba Desa” sebagai sarana pendekatan layanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, berbagai layanan publik berbasis digital dibawa langsung ke tingkat desa, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses sekaligus memahami penggunaan transaksi elektronik dalam kehidupan sehari-hari.
Pada implementasinya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Subang menghadirkan inovasi layanan pembayaran pajak daerah bertajuk Lapak Darling. Layanan ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) secara non-tunai melalui QRIS yang terhubung dengan aplikasi Sipanda Subang.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan kanal pembayaran digital, meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, serta memperkuat capaian kinerja digitalisasi daerah. Pemerintah Kabupaten Subang menilai, upaya kolaboratif yang berkelanjutan akan menjadi kunci dalam mempercepat terwujudnya ekosistem transaksi digital yang inklusif dan modern.





